Guru Sekolah Minggu

Main Menu

  • Home
  • Alat Peraga
  • Pengajaran
  • Pujian
  • Buku
  • Rupa-rupa
  • About Me

Baru

  • Rencana Pengajaran SM GKI 25 Juli 2010
  • Alat Peraga SM
  • Boneka Sapi dari Kertas
  • Pembekalan GSM di GKJ Minomartani
  • Ide Pengajaran

Buku Permainan

Resources

  • Forum Sekolah Minggu
  • Pepak Sabda
  • Max 7
  • E Bible Teacher
  • Purnawan Kristanto
  • Sabdaspace
  • Administrator

Ngetop

  • Mengajar Secara Kreatif dan Efektif [2]
  • Metode Pengajaran Sekolah Minggu [Part 1]
  • Mengunduh Video di YouTube
  • Orang Samaria yang Baik Hati
  • Syair Lagu Berawalan A

Hit

web hit counter
web hit counter

Buku Tamu

!Warning! JavaScript must be enabled for proper operation.

Leave your message
Guest kelent says:
2010-07-30 13:39:07
xxxxxxxxxxx
Guest made says:
2010-07-19 14:15:53
persiapan untuk mengajar ttg abraham&lot...pengennya pake wayang tp ga ada polanya...ada yg bisa bantu?thx.gbu
Guest kak yudi says:
2010-07-19 04:09:18
terimakasih sudah berbagi teori mengajar dalam blog ini. kunjungi juga blog kami: www.rajawalikecil.com
Guest Atlley says:
2010-07-14 02:00:15
saya sangat menyukai blog ini.saya juga GSM yang suka dengan kepelbagaian.kalo boleh tambahin permainannya.
Guest angela says:
2010-07-09 06:35:44
alor

Counter

Content View Hits : 22799

Facebook

Purnawan Wawan Kristanto

Jadikan teman!

Iklan

Buku-buku saya bisa dibeli di sini:
PBMR Andi
Dapatkan buku "Permainan Asyik", "Tuhan Yesus tidak Tidur", "Secret Bible Code" dan "Humor Ceria"
BPK Gunungmulia
Dapatkan buku "My Blessed Family" di sini. Segera terbit "Go Blog the Bible"
Metanoia
Dapatkan buku saya berjudul "77 Permainan yang benar-benar Asyik", seri Humor Ceria [8 jilid] dan "Misteri Gerbong Tua", di sini

Buku Humor

Video Klip

Get the Flash Player to see this player.
Get the Flash Player to see this player.
Get the Flash Player to see this player.
Get the Flash Player to see this player.

Komentar Pengunjung

  • Mengajar Secara Kreatif dan Efektif [2]
  • Alat Peraga SM
  • Orang Samaria yang Baik Hati
  • Mengunduh Video di YouTube
  • Jabat Tangan Saling Silang

Designed by:
Joomla Templates

Extended Menu

Newsflash

Belajarlah dr garam. Dia mengubah rasa apa saja yg disentuhnya. Dia bisa mengubah karakter. Apakah Anda sdh mengubah karakter orang yg berhubungan dgn Anda?

 

 

Tempat Berbagi Guru Sekolah Minggu
Alat Peraga SM
Alat Peraga - Gambar Alkitab

Pada hari Sabtu, 19 Juni 2010, penerbit Gloria menyelenggarakan Seminar Sekolah Minggu. Dalam acara itu juga digelar pameran alat-alat peraga dari berbagai Komisi Anak di DIY dan Jateng. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman GSM. Mohon maaf kalau gambar kurang... jelas karena hanya difoto menggunakan HP dan dalam kondisi cahaya yang remang-remang Photobucket Bahtera Nabi Nuh Tembok Yerikho

Read more... Comments (1)
 
Boneka Sapi dari Kertas
Alat Peraga - Gambar Alkitab

Ketika Yusuf dijual sebagai budak di Mesir, raja Firaun bermimpi yang kemudian mengganggu pikirannya. Dalam mimpinya, Firaun melihat tujuh ekor lembu gemuk dan indah bentuknya keluar dari sungai Nil, lalu merumput di tepi sungai. Kemudian menyusul tujuh ekor lembu kurus dan buruk bentuknya yang memangsa tujuh ekor lembu yang gemuk. Berkat pertolongan dari Allah, Yusuf berhasil menceritakan makna mimpi Firaun, sehingga Yusuf dibebaskan dari penjara dan diangkat menjadi penguasa di Mesir.

 

Untuk melengkapi cerita dari Kejadian 42:1-38 ini, rekan-rekan GSM dapat mengajak anak-anak Sekolah Minggu untuk membuat boneka dari kertas. Aktivitas ini cocok diterapkan untuk kelas besar [9-12 tahun]. Alat yang dibutuhkan adalah: Pola boneka sapi, gunting dan selotip ganda.

 

 

Langkah-langkah pembuatannya:

1. Perbanyaklah pola sapi berikut ini dengan memfotokopi sesuai dengan jumlah anak. [Dianjurkan untuk memperbesar saat memfotokopi pola sapi, karena jika ukurannya terlalu kecil, maka anak-anak akan kesulitan merekatkannya]. Jika memiliki akses internet, Anda dapat mengunduh polanya di sini dan di sini. Untuk selanjutnya dicetak menggunakan printer.

2. Ajak anak-anak menggunting sesuai dengan garis pada pola.

3. Bagikan selotip ganda, kemudian anak-anak menempelkannya pada pinggiran pola yang akan disatukan [Jika tidak punya selotip ganda, Anda dapat menggunakan lem kertas. Namun anak-anak lebih sulit untuk merekatkan antar bidang.

4. Rekatkan bidang-bidang yang ada sehingga membentuk sebuah boneka sapi.

5. Anak-anak dapat mewarnai boneka sapi sesuai dengan selera.

 

 

 

 

 


Diolah dari : http://thepapershaper.com/

 

 

Add new comment
 
Pembekalan GSM di GKJ Minomartani
Pengajaran - Tips Praktis

Pembekalan Guru Sekolah Minggu di GKJ Minomartani, Yogyakarta, pada tanggal 28 Maret 2010. Saya diundang pada acara ini sebagai fasilitator. Ada sekitar 18 GSM yang hadir dan hanya 2 di antaranya yang laki-laki.
Selain memberikan kiat praktis, saya juga menekankan bahwa Sekolah Minggu merupakan gambaran kondisi gereja untuk 20-30 tahun ke depan. Jika gereja lalai dalam mengurus Sekolah Minggu, maka masa depan gereja itu akan suram.

Add new comment
 
Ide Pengajaran
Pengajaran - Aktivitas

Berikut ini beberapa metode yang dapat digunakan dalam acara Sekolah Minggu. Semoga daftar ini dapat memicu kreativitas Anda dalam mengajar Sekolah Minggu.

a. Pembukaan

 

  • Permainan
  • Dialog singkat
  • Tutup mata, bayangkan......
  • Diskusi
  • Bermain peran
  • Melengkapi kalimat
  • Kolase koran, majalah,kalender
  • Membuat simbol
  • Melengkapi pernyataan. Misalnya: "Orangtua saya akam marah apabila saya..."
  • Tebak-tebakan
  • Menyanyi dengan gerakan
  • Mencari benda tertentu dalam/luar kelas
  • Pre test
  • Mendatangkan "tamu"

 

b. Penyampaian Pokok pelajaran

  • Membacakan cerita
  • Bercerita dengan peraga
  • Bercerita sambil meminta anak membaca ayat tertentu
  • Bercerita sambil mengajukan pertanyaan untuk melibatkan anak
  • Sandiwara boneka
  • Mendengar cerita dari kaset/CD lalu mendiskusikan
  • Menonton VCD atau DVD
  • Bermain peran dengan kostum atau topeng
  • Membaca Alkitab dan mendramatisasi
  • Permainan kata
  • Menghafal ayat
  • Bercerita dengan menyamarkan pelaku/tempat, lalu minta anak mencari perikopnya dalam Alkitab
  • Mengurutkan gambar sesuai plot
  • PA sederhana dengan panduan pertanyaan.
  • Menulis atau membuat perumpamaan modern
  • Pantomim
  • Drama GSM
  • Menyusun puzzle

 

 

c. Penerapan

  • Menuangkan keputusan dengan membuat gambar.
  • Menulis puisi atau doa
  • Mencari ayat yang tepat
  • Membuat hasta karya yang dapat dibawa pulang untuk mengigatkan pada pokok cerita (menempel, menggunting, melipat dan menyusun).
  • Mengarang dan menyanyikan lagu.
  • Membuat pantun
  • Merencanakan kegiatan tertentu.
  • Menulis janji atau rencana pribadi.
  • Membuat poster berkaitan dengan topik
  • Pantomim
  • Pst test
  • Melegkapi kata dalam kartun atau komik.
  • Permainan
  • Membuat SMS
  • Dll

 

Add new comment
 
Mengajar Secara Kreatif dan Efektif [4]
Pengajaran - Artikel

IV. UMPAN BALIK DAN GANGGUAN

Komponen komunikasi berikutnya adalah umpan balik atau feed back. Umpan balik adalah informasi yang diberikan oleh komunikan kepada komunikator, yang menandakan bahwa pesan tersebut telah diterima dan dipahami.  Melalui umpan balik ini, komunikator dapat memeriksa dan memastikan apakah penerima dapat menerima pesan, sesuai dengan keinginannya atau tidak. Ada berbagai macam umpan balik. Mulai dari jawaban berupa kata-kata, sampai dengan bahasa tubuh seperti senyum, menggeleng, mengangguk, gelisah, menguap, dan sebagainya.

GSM perlu memperhatikan umpan balik yang diberikan oleh murid-murid. Caranya bermacam-macam. Misalnya dengan mengajukan pertanyaan untuk menguji pemahaman mereka: "Adik-adik, mengapa Herodes memerintahkan membunuh bayi berumur di bawah 2 tahun?" Umpan balik juga dapat dilakukan melalui pengamatan. Jika anak-anak terlihat gelisah maka ini menandakan bahwa mereka merasa tidak nyaman. Carilah penyebab gangguannya. Jika anak-anak terlihat ketakutan, maka gaya berkomunikasi harus diubah untuk menciptakan rasa aman.
Model komunikasi

Dengan mamahami umpan balik ini, kita juga sekaligus dapat mendeteksi adanya gangguan atau noise dalam berkomunikasi.  Hal ini mirip ketika kita bertelepon dengan sinyal buruk yang buruk. Suara yang terputus-putus membuat kita kesulitan memahami maksud yang diucapkan oleh lawan bicara kita. Untuk itu, kita harus menghilangkan atau mengurangi noise. Misalnya dengan pergi ke tempat terbuka atau lebih tinggi sehingga penerimaan sinyal menjadi lancar.

Demikian juga di dalam komunikasi ada potensi gangguan yang dapat mengganggu pesan yang kita sampaikan. Ada dua macam gangguan:

Gangguan eksternal  yaitu berbagai gangguan yang berasal dari luar komunikator (pengirim) dan komunikan (penerima).  Gangguan ini dapat berupa suara gaduh, suhu udara yang panas, hal lain yang lebih menarik perhatian audiens, bau yang tidak sedap, udara yang terlalu dingin dll.  Gangguan dari luar biasanya tidak banyak mengganggu media atau saluran komunikasi, sepanjang tingkat gangguan itu masih bisa ditoleransi.

Gangguan internal adalah gangguan yang berasal dari faktor-faktor psikologis. Misalnya rasa takut, kecewa, cemas, grogi atau gejolak emosi lainnya.  Sebagai contoh, anak yang baru saja pindah ke kelompok Sekolah Minggu Anda, biasanya dia akan menemui kesulitan di dalam menerima pesan yang Anda sampaikan.  Penyebabnya, karena dia merasa cemas sebagai anak baru. Dia merasa berada di dalam lingkungan yang masih asing. Dia tidak merasa aman, karena belum memiliki kenalan. Akibatnya, dia tidak bisa berkonsentrasi di dalam menyimak cerita Guru Sekolah Minggu.

Read more... Add new comment
 
Mengajar Secara Kreatif dan Efektif [3]
Pengajaran - Artikel

 

III. MEMAHAMI ANAK

Kunci sukses yang lain dalam berkomunikasi adalah memahami komunikan. Sebagai komunikator, GSM harus mengenali siapa yang akan menerima pesan yang akan disampaikannya. Komunikan kita adalah anak-anak. Hal ini akan mempengaruhi cara penyampaian pesan. Anda tidak mungkin berbicara kepada orang dewasa dengan cara yang sama seperti ketika Anda berbicara dengan anak-anak. Demikian juga sebaliknya. Anda harus tahu benar dengan siapa Anda akan berkomunikasi. Anda perlu memahami tahapan perkembangan Psikologi Anak.

a. Perkembangan Kognitif Anak

Menurut PIAGET perkembangan kognitif anak ini dibagi dalam 4 tahap:

1. Sensori Motor (usia 0-2 tahun)

Dalam tahap ini perkembangan panca indera sangat berpengaruh dalam diri anak.  Keinginan terbesarnya adalah keinginan untuk menyentuh/memegang, karena didorong oleh keinginan untuk mengetahui reaksi dari perbuatannya.

Dalam usia ini mereka belum mengerti akan motivasi . Senjata terbesarnya adalah 'menangis'.

Menyampaikan cerita/berita Injil pada anak usia ini tidak dapat hanya sekadar dengan menggunakan gambar sebagai alat peraga, melainkan harus dengan sesuatu yang bergerak (panggung boneka akan sangat membantu).

 

2. Pra-operasional (usia 2-7 tahun)

Pada usia ini anak menjadi 'egosentris', sehingga berkesan 'pelit', karena ia tidak bisa melihat dari sudut pandang orang lain. Anak tersebut juga memiliki kecenderungan untuk meniru orang di sekelilingnya. Meskipun pada saat berusia 6-7 tahun mereka sudah mulai mengerti motivasi, namun mereka tidak mengerti cara berpikir yang sistematis dan rumit.

Dalam mengajar, berikan contoh-contoh secara nyata supaya mereka bisa menirunya.

 

3. Operasional Kongkrit (usia 7-11 tahun)

Saat ini anak mulai meninggalkan 'egosentris'-nya dan dapat bermain dalam kelompok. Dia patuh pada aturan kelompok dan bersedia bekerja sama. Anak sudah dapat dimotivasi dan mengerti hal-hal yang sistematis.

Namun dalam menyampaikan berita Injil harus diperhatikan penggunaan bahasa. Misalnya: konsep 'hidup kekal' - dapat disampaikan dengan menggunakan analogi keluarga.  Orang yang hidup kekal adalah orang yang diangkat menjadi anak-anak-Nya dan menjadi anggota keluarga Tuhan.

 

4. Operasional Formal (usia 11 tahun ke atas)

Pengajaran pada anak pra-remaja ini menjadi sedikit lebih mudah, karena mereka sudah mengerti konsep dan dapat berpikir, baik secara konkrit maupun abstrak, sehingga tidak perlu menggunakan alat peraga.

Namun kesulitan baru yang dihadapi guru adalah harus menyediakan waktu untuk dapat memahami pergumulan yang sedang mereka hadapi ketika memasuki usia pubertas.

Read more... Add new comment
 
Mengajar Secara Kreatif dan Efektif [2]
Pengajaran - Artikel

II. MEDIA DAN ALAT PERAGA

Jika pesan sudah dipersiapkan dengan mantap, maka langkah berikutnya adalah penyampaian pesan itu. Setiap komunikasi membutuhkan media atau saluran komunikasi. Dalam mengajar Sekolah Minggu ini, media atau saluran komunikasi yang digunakan adalah panca indera manusia.  Panca berarti "lima", itu berarti bahwa indera manusia itu ada lima. Sayangnya, selama ini kita hanya menggunakan satu indera sebagai saluran komunikasi, yaitu telinga. Kita cenderung nyerocos berkata-kata karena beranggapan bahwa satu-satunya cara mengajar Sekolah Minggu adalah dengan metode ceramah.

Ketika Tuhan menghendaki Nuh dan keluarganya mengetahui bahwa tidak akan ada air bah lagi, apa yang Dia lakukan?
Photobucket
Dia melukisi langit dengan pelangi!

Ketika Tuhan meyakinkan bangsa Israel bahwa Dia sendiri yang akan menyertai mereka ketika meninggalkan Mesir,  bagaimana Dia mengkomunikasikan hal itu?

Tuhan mengirimkan tiang api dan tiang awan!

Ketika Tuhan ingin menarik perhatian raja Belsazar pada era Daniel, bagaimana Dia melakukannya?

Tuhan menuliskan sesuatu pada tembok di ruang istana Belsazar!

Apakah Anda melihat ada benang merah di sini? Yap! Tuhan menggunakan alat peraga untuk berkomunikasi dengan umat-Nya!

Dalam bahasa Inggris, alat peraga memang disebut visual aid atau alat bantu untuk penglihatan mata.  Namun alat peraga yang baik tidak hanya merangsang mata saja, tapi juga keempat indera manusia yang lainnya. yaitu:

  • Pendengaran (melalui telinga)
  • Pembauan (melalui hidung)
  • Pencecap rasa (lidah)
  • Peraba (lapisan kulit)

Read more... Comments (1)
 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 Next > End >>

Guru Sekolah Minggu, Powered by Joomla!; Joomla Experts Joomla Professional Services

valid xhtml valid css